Gie Mata Angin

Jumat, 10 Desember 2010

Makna Natal

Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya bagi umat Kristen. Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember, kelahiran Yesus Kristus diperingati. Meski para pakar dewasa ini sepakat bahwa Yesus kemungkinan besar sebenarnya tidak lahir pada hari itu, hari kelahirannya tetap dirayakan pada tanggal 25 Desember. Hal ini dibuktikan dengan cerita adanya para gembala yang sedang menggembalakan hewan peliharaan mereka. Pada bulan Desember - Januari di daerah Timur Tengah, justru mengalami musim dingin, sehingga sangat tidak masuk akal untuk menggembalakan hewan pada waktu-waktu tersebut.

Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Sebagian besar tradisi Natal berasal dari tradisi pra-Kristen barat yang diadopsi ke dalam tradisi Kristiani. Selain itu, peringatan Natal dalam tradisi barat (yang kian mendunia) ditandai dengan bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta datangnya Santa Claus atau Sinterklas. Kelahiran Yesus menurut Alkitab Kristen. Orang Majus mengunjungi Yesus, diperingati pada Malam Kedua Belas setelah kelahirannya pada hari Natal. Cerita kelahiran Yesus dalam Injil Perjanjian Baru ditulis dalam kitab Matius (1:18-25) dan Lukas (2:1-21). 
Cerita kelahiran Yesus telah diturunkan selama beberapa abad, berdasarkan kisah dalam Injil: Injil Matius dan Injil Lukas. Walau kedua Injil tersebut menekankan kejadian yang berbeda. Injil Markus dan Injil Yohanes tidak mencatat tentang masa kecil Yesus. Menurut Lukas, Maria mengetahui dari seorang malaikat bahwa dia telah mengandung dari Roh Kudus tanpa persetubuhan. Setelah itu dia dan suaminya Yusuf meninggalkan rumah mereka di Nazaret untuk berjalan ke rumah leluhur Yusuf, Betlehem, untuk mendaftar dalam sensus yang diperintahkan oleh Kaisar Romawi, Agustus. Karena tidak menemukan tempat menginap di kota itu, mereka membenahi sebuah tempat di sebuah kandang. Di sana Maria melahirkan dan meletakkan Yesus di palungan. Kelahiran Kristus di Betlehem Efrata, Yudea, di kampung halaman Daud, leluhur Yusuf, memenuhi nubuat Yesaya. Di Israel purba mereka mengenal ada dua kota Betlehem, kota Betlehem satunya lagi berada di tanah Zebulon. Matius mencatat silsilah dan kelahiran Yesus dari seorang perawan, dan kemudian beralih ke kedatangan Tiga orang Bijak dari Timur -- yang diduga adalah Arabia atau Persia -- untuk melihat Yesus yang baru dilahirkan. Ketiga orang bijak tersebut, yang disebut juga orang Majus atau raja, mula-mula tiba di Yerusalem dan melaporkan kepada raja Yudea, Herodes Agung, bahwa mereka telah melihat sebuah bintang, yang sekarang disebut Bintang Betlehem, menyambut kelahiran seorang raja. Penelitian lebih lanjut memandu mereka ke Betlehem Yudea dan rumah Maria dan Yusuf. Mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur kepada bayi Yesus. Ketika bermalam, ketiga orang majus itu mendapatkan mimpi yang berisi peringatan bahwa Raja Herodes merencanakan pembunuhan terhadap anak tersebut. Karena itu mereka memutuskan untuk langsung pulang tanpa memberitahu Herodes suksesnya misi mereka. 

Makna lain dari Natal yaitu Natal secara harfiah berarti hari kelahiran. Jadi secara makna kata, mengucapkan selamat hari natal merupakan ungkapan yang berlebihan karena dalam kata natal sudah terkandung arti hari. Perkataan natal sendiri bisa digunakan oleh siapa saja. Tetapi untuk negara kita, natal rupanya sudah identik dengan hari kelahiran Kristus.

Dalam bahasa Inggris, natal disebut dengan christmas. Christmas berasal dari kata Christ (Kristus) dan Mass (massa atau kerumunan orang) karena pada christmas, banyak orang berkumpul mengingat/ merayakan hari kelahiran Kristus.

Kelahiran Kristus di dunia mempunyai suatu titik awal yang paling penting dalam misi Kristus. Dilahirkan bukan dari pencampuran laki-laki dan perempuan, melainkan secara campur tangan Allah yakni diperanakan oleh kuasa Roh Allah (Mat 1:18,20). Maria, seorang gadis saleh, mendapat kehormatan sebagai perantara kedatangan Sang Mesias (Luk 1:26-33). Adapun Kristus datang untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah yang semakin buruk oleh karena kesesatan manusia.

Sebenarnya natal merupakan suatu pemberian Allah yang paling besar bagi umat manusia. Natal merupakan wujud Kasih Allah pada manusia (Yoh 3:16). Natal merupakan motivasi Allah untuk membantu umat manusia.

Semenjak kejatuhan Adam & Hawa yang dipikat Iblis dalam nafsu keinginan, Allah selalu peduli pada makhluk ciptaan yang dikasihi-Nya. Karena dari semua ciptaan Allah, hanya manusia-lah yang dijadikan menurut rupa Allah (Kej 1:26,27).

Dan hanya manusia, makhluk hidup yang dilengkapi dengan napas Allah atau Roh Allah. Tidak ada makhluk lain yang begitu sempurna seperti manusia. Binatang, tumbuhan (makhluk di atas bumi) hanya terdiri dari badan kasar. Malaikat (makhluk sorga) hanya terdiri dari badan halus (roh). Tetapi manusia terdiri atas badan kasar dan badan halus.

Manusia juga diberikan kuasa atas dunia ini. Segala makhluk di bumi diberi nama oleh manusia. Dan manusia diminta untuk memenuhi bumi ini dengan keturunannya supaya ada komunitas yang kudus yang menyembah Allah dengan benar (Kej 1:26,27).

Kejatuhan manusia dalam pencobaan Iblis merusak segalanya. Kehidupan yang serba diberkati, bumi yang subur dan satwa yang jinak menjadi rusak total. Allah pun marah dan mengutuki manusia dan tempat kehidupannya. Satwa yang semula jinak menjadi liar dan saling bunuh untuk makan. Satwa pun menjadi tidak hormat pada manusia (Kej 3:14-15).

Apakah Allah senang akan semua ini? Tidak, Allah berduka dan menyesali kerusakan ini. Untuk itu Allah mengirim nabi-nabi untuk berbicara pada manusia (Ibr 1:1-4). Karena Allah tidak dapat berbicara langsung pada manusia. Sebab Allah terlalu kudus bagi manusia yang sudah najis sehingga manusia tidak akan dapat berhubungan langsung dengan Allah. Manusia bisa binasa dihadapan hadirat Allah.

Allah bahkan sempat memusnahkan suatu turunan yang bejat dengan banjir besar pada masa Nabi Nuh. Namun sebenarnya pemusnahan itu mendukakan hati-Nya. Dan Allah berjanji tidak akan ada lagi banjir se dunia seperti pada masa Nabi Nuh (Kej 7:10,12,23; 8:21,22; 9:11).

Nabi demi nabi diutus Allah untuk berbicara pada manusia agar manusia dapat berbaikan dengan Allah. Tetapi semua gagal. Akhirnya Allah mengutus anak-Nya. Perkataan anak sering disalahtafsirkan oleh banyak orang. Disangkanya Allah mempunyai isteri dan beranak cucu. Padahal perkataan anak merupakan suatu istilah. Allah yang menciptakan dunia merupakan yang awal dan disebut Bapa. Sedangkan Kristus adalah Allah yang menjelma. Dari Logos (perkataan Allah) yang juga Allah, berubah menjadi manusia dan dilahirkan melalui manusia. Sehingga terciptalah istilah anak (Yoh 1:1-14).

Allah turun tangan sendiri karena memang tiada nabi yang berhasil. Peperangan melawan Iblis hanya dapat dilakukan secara sukses oleh Allah. Lucifer (Iblis) sebelumnya merupakan malaikat dengan peringkat kedudukan tertinggi. Sehingga makhluk lain tidak ada yang sanggup mengalahkannya (Yes 14:12-15; 2 Tes 2:3-4, 7-8).

Kedatangan Kristus ke dunia bukan tiada hambatan. Iblis tahu kedatangan-Nya merupakan suatu awal dari kekalahannya. Itulah sebabnya melalui Herodes, Iblis berusaha membunuh Kristus. Maka keluarlah perintah dari Herodes untuk membunuh semua bayi di Betlehem yang berusia kurang dari dua tahun (Mat 2:16-18).
Tetapi Allah tidak dapat dikalahkan Iblis. Sebelum Iblis bertindak, Allah telah memperingati Yusuf untuk pergi mengungsi ke Mesir. Di sanalah mereka tinggal hingga Herodes mati (Mat 2:13-15).

Singkat cerita, setelah melalui segala rintangan dan pencobaan, Kristus akhirnya berhasil menunaikan tugasnya yakni mendamaikan manusia dengan Allah (Rm 3:25; 5:11; 1 Yoh 2:2) dengan memberikan diri-Nya sebagai korban hidup di kayu salib. Sehingga Dia dapat berkata, Sudah Selesai (Yoh 19:30).
Kesimpulan :
Natal merupakan awal dari misi Kristus
Natal merupakan motivasi Allah untuk memperbaiki hubungannya dengan manusia
Natal merupakan awal dari kekalahan Iblis
Natal merupakan hadiah yang terbesar, termahal, dan termulia bagi umat manusia. 


Kita memiliki kesempatan emas untuk menyampaikan kabar baik bahwa Yesus adalah alasan kita merayakan Natal. Ada tiga hal penting tentang makna Natal sejati yang dapat kita sampaikan kepada orang lain :

Natal adalah perayaan ulang tahun yang diadakan untuk menghormati Yesus. Anak Allah mengambil rupa manusia dan ""diam di antara kita"" (Yohanes 1:14).

Yesus datang untuk kita. Dia lahir untuk mati disalib karena dosa kita, dan Dia dibangkitkan untuk memberi kita pengampunan dan hidup kekal (1 Korintus 15:3,4).

Kita dapat mendorong orang lain untuk menerima Kristus dengan iman, dan menerima tawaran keselamatan-Nya (Yohanes 1:12; 3:16).

Jadikan perayaan Natal tahun ini lebih dari sekadar saat untuk berbuat baik. Natal berbicara tentang Kristus, satu-satunya alasan kita merayakan Natal. Mari kita turut ambil bagian untuk menyampaikan kisah yang ajaib tentang Yesus, Anak Allah. Mari kita ber-doa supaya banyak orang akan mencari Dia dan menemukan-Nya tahun ini, seperti orang-orang Majus yang datang untuk menyembah sang Juruselamat yang telah dijanji-kan (Matius 2:1,2) -JEY

KANDANG BETLEHEM ADALAH LANGKAH AWAL PERJALANAN KASIH ALLAH MENUJU KEPADA SALI

sumber: dari berbagai sumber site

Artikel Terkait Lainnya:

0 komentar:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45

Poskan Komentar

Komentar Anda sangat kami harapkan, sekiranya Anda sudi memberikan komentar.

Selamat datang di blog saya | Blog baru dihuni | Silahkan Anda memberi kritik dan komentar untuk pengembangan blog saya ini | Saya harap Anda tidak akan pernah bosan untuk melihat konten blog yang tidak bagaimana ini | Salam saya Gie Mata Angin | Cayoooooooooooooooooo ...............