Gie Mata Angin

Sabtu, 28 Agustus 2010

Kumpulan Puisi Guru

Semoga puisi-puisi ini bermanfaat buat kita, terutama buat adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah. mungkin ada di antara adik-adik yang membutuhkan beberapa puisi untuk mengisi acara perpisahan sekolah, hari guru, dll. ingatlah, bahwa jasa seorang guru ga akan pernah bisa dilupakan. mereka memang pantas di puja dan dikenang sampai kapan pun. saya terinspirasi mengumpulkan beberapa puisi ini karena saya sangat peduli terhadap rekan saya para guru. Jayalah Guru Indonesia.....!!!!


Bukan Lagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Tapi Pahlawan Yang Berjasa
Karya : Venny Oktaviani Siregar 

Tiada kata yang lebih indah dari cinta
Tiada sikap yang lebih indah dari pengorbanan
Tiada jasa yang lebih indah dari seorang guru
                         
Cinta dan pengorbanan semua ada dalam dirinya
Dari cinta dan pengorbanannya
Lahirlah bunga bangsa 'tuk harumkan bangsa ini

Karena cinta dan pengorbanannya
Dia ajarkan apa yang tidak kita tahu
Dia berikan pengalaman hidupnya
Hingga jadi guru yang sangat berarti dalam hidup kita

Tak pernah kita sadari
Dari kata dan sikapnya yang indah
Kita menjadi orang yang berguna saat ini
Tapi...
Apa pernah kita memikirkan bahkan menghargainya ?

Dia memang bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa
Tapi guru...Pahlawan yang berjasa dalam hidup

Guru Terima Kasih
Karya : Yutirsa Ys.

Hari ini aku duduk di sebuah kelas tua
Dari dulu sama saja
Selalu ada dia yang berpendar - pendar membagi sinarnya
Yang menegakkanku saat mengenakan toga

Hari ini aku menggenggam tangannya yang hangat
Merasakan nadinya pelan - pelan berdenyut
Berdialog dengan tulang dan kulitnya yang mengerut
Ikut mengalirkan padaku semangatnya yang tak pernah surut

Hari ini aku memeluk tubuhnya yang ringkih
Dari dulu dia tetap pahlawan tanpa pamrih
Karena dialah guru terima kasih
Yang tak pernah mengeluh walau hanya kubayar dengan terima kasih





SILUET JASA PEJUANG PENDIDIKAN
Karya : Mustika mentari

Perawakan manusia tak berjabat uang,
Meresapkan aliran ilmu dan semburan etika
tapi berhembus pelan,
Tak sadar pengorbanan terwujud dan kadang tak dihargai
Sang surya mulai menyeringai menyibak kulit
wajahnya
Berikrar suci,bersiap berjuang demi anak didik,
tak lama,dering pengingat pendidikan bergema
Kesabaran merangkul keuletan menghadapi ratusan
manusia setengah matang,dimulai
Lelahkah lisan berucap jasa tak terbatas?
Sadarkah kumpulan manusia pencari masa depan?
Bapak,Ibu,Guruku terhormat
Salam dan salim selalu untukmu
Bingkisan jasamu melekat erat di hati dan otak
kami,
Terima kasih


PERTEMUAN ILALANG DAN SETANGKAI GURU...
Karya : A. A Gede Ngurah Putra Adnyana

Seingat ilalang-ilalang pagar senja

Dia itu wanita berkacamata tua

Kutinggalkan di gerbong nostalgia putih abu terlama

Dia makin peluh, makin pandai bersilat kapur

Suanya berikut kata-kata tak pernah usang,

meledak di keheningan ruang berjiwa

Cukup dua puluh pasang mata bengal terbelalak...

Ketika subuh menyusut terik

Dia wanita beruban lima,

Sibuk memasang aritmatika,

Sibuk mendulang kajian bahasa dunia,

dan letih sidangkan kebengalan remaja putih abu

Namun, itu demi bunga-bunga bangsa

Dia tuangkan semua riwayat pengetahuan

Dia rangkaikan ocehan belati untuk memekarkan mentari-mentari kita

Dia wanita tua kurindukan

Ajari aku menata tangga-tangga kemuliaan

Kini tersenyum perih dipagar ilalang

Melirik dia di ruang nostalgia lawas dengan kedukaan teramat

" SELAMAT SIANG, BU!!!

Ada apa denganmu??

Baikkah engkau???

Ini muridmu, wahai Sang Merak Saraswati...."


Dia memaku kata-kataku dengan senyum seribu

Dan ku mengiris pilu memeluk nasib guruku

Begitu tulus wanita berkacamata tua

Tiada pedulikah dunia padanya???

Pejabat-pejabat itu tiada teramat padam seperti kupu-kupu hatiku


Terimakasih , engkau wanita

Guru jiwa untuk ilalang seperti batasku



GURU
Karya : Abdul Wahab

Sepintas wajah kusutmu
Membaluti relung pipi manismu
Kau tampak lelah....
Letih....
Tapi,kau samarkan semua itu
demi kewajibanmu mengajari seorang putera bangsa
Kelak akan bisa memajukan bangsa ini
Guru....
Setetes ILMU,
Secuil semangat dan nasehat..
Sangatlah berarti bagiku
untuk menggapai impianku
Karena,
Kaulah peri hidupku
Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa
Penerang cahaya dalam kegelapan pikiranku..
Penghapus kebodohan dalam otak mungilku
Sekarang...
Kau jauh dariku ...
walau tidak akan pernah bertemu lagi,
Tapi...akan selalu dekat dihai
Andai waktu bisa kembali
Ingin rasa bertemu sekali lagi
Untuk ucapkan,
TERIMA KASIH
Oh....TUHAN....
Jangan hukum dia
Hukum aku yang selalu membuatnya terluka
Ampunilah segala dosanya
terimalah dia disisi Mu
Guru....
Doakan aku dialam sana
Agar aku bisa membalas jasamu,
Agar aku bisa meneruskan perjuanganmu
Selama ini.....
dan sampai saat ini pula,
hingga kau akan tersenyum
melihatku.




SANG PENCERAH BANGSA
Karya : Angripti Nur Santi
 
Kau letih

Suaramu melemah

Tubuhmu ringkih

Tak kenal lelah


Terus melangkah

Menentukan arah

Walau tiada pamrih

Kau tak menyerah


Terkadang kau dianggap remeh

Oleh orang-orang bodoh

Yang tak tau terima kasih

Yang tak tau belas kasih


Kau tetap melangkah

Demi masa depan bangsa yang cerah

Apakah kau makhluk yang lemah?

Bukan. Kaulah Sang Pencerah

Yang membuat anak bangsa merekah

Dengan bekal yang melimpah

Bekal ilmu dan akhlakul kharimah


Mulia

Berjasa

Meski upah tak menutupi semua

Kau tetap berjaya

Teruslah maju dan berusaha

Hai Pencerah Bangsa yang Qu puja



Obsesi Seorang Guru Swasta
Karya : Melia Luciana, S.Pd. 
Bangun pagi menatap mentari

Dengan senyum dan riang hati

Tuk langkahkan kedua kaki

Menuju padang bakti

Tuk mengais rezeki Sang Illahi


Kusambut tangan-tangan halus

Yang datang dengan rasa haus

Walau kadang membuatku marah

Selama berada di sekolah


Kulalui hari-hariku di sekolah

Berharap hari-hari itu indah

Tak sekedar mengabdikan diri di sekolah megah

Kemegahan yang sering membuatku lelah

Membuatku mudah menyerah

Tuk menjadi pegawai pemerintah


Siapa yang tak ingin bernasib baik

Kerja ringan dan gajinya layak

Lebih dari cukup untuk jajan anak-anak

Yang selalu memintanya dengan merengek

Walau hanya sepotong roti sobek


Semoga waktu yang berputar

Membawaku ke masa yang bersinar

Menerangi buah hati dan belahan jiwa


Terima Kasih Guruku
Karya : Venny Oktaviani Siregar
 
Mungkin...Tak pernah terlintas dibenakku
Kau seseorang yang berjasa dalam hidupku
Kau ajarkan 'ku banyak hal
Tak hanya ilmu pengetahuan
Tapi juga pengalaman hidupmu
Dan kini menjadi guru berarti dalam hidupku

Mungkin...Selama ini
Tiada pernah kau dengar ucapan tulus dari hatiku
Sebagai tanda terima kasih 'ku padamu
Tapi kini...Ku ingin katakan padamu
Terima kasih guruku

Mungkin...tanpamu Ibuku
Ku tak dapat membaca...menulis...bahkan menghitung
Dan mungkin...tanpamu Bapakku
Ku tak dapat belajar dari asam manis hidupmu
Tanpamu Bapak dan Ibu guruku
Ku tak dapat merangkai masa depanku kini

Mungkin...Kalian 'kan lupa padaku
Seiring waktu berjalan
Tapi percayalah...Ku tak ' kan melupakan dirimu
Karena berkat hadirmu...jasamu...dan cintamu
Menjadi bekal untuk meraih cita-citaku
Sebagai tanda terima kasih 'ku untuk dirimu
Guruku...



INDAHNYA PENGABDIANMU GURU
Karya : Adih Mulyadi 

Dalam dinginnya pagi yang menciptakan butir-butir embun

Kau berjalan menyusuri terjalnya pegunungan

Ditemani desiran bayu yang menyejukkan badan

Kau lewati sungai-sungai licin bebatuan


Demi melaksanakan kewajibanmu sebagai seorang guru

Kau lalui ribuan mil jalan-jalan liku berbatu

Tak peduli jutaan kalori terbuang dari tubuhmu

Kau tetap melangkah bersama api semangatmu


Dengan senyuman yang selalu mekar di garis bibirmu

Kau tak pernah lelah mengajari murid-muridmu

Bahkan di sekolah kau bekerja tak hanya sebagai seorang guru

Tapi kau pun merangkap menjadi Kepala sekolah dan staf TU


Ya...Itulah yang terjadi di sekolahku di desa

Dimana hanya dia yang ada sebagai cahaya

Dimana hanya dia yang memberikan kasih dan cinta

Dimana hanya dia yang mengenalkan kami tentang dunia


Sungguh ironis, tapi ini benar-benar nyata terjadi

Hanya dialah satu-satunya orang yang mau mengajari kami

Tak peduli betapa kecil balasan baginya yang tak mencukupi

Namun dia tetap rela menjalani dengan semangat yang tinggi


Guruku, sungguh mulia pengorbananmu bagi kami

Dari kelas satu sampai kelas enam kau tiada henti mengajari kami

Guruku, sungguh indah pengorbananmu untuk kami

Tiada yang bisa sepertimu di dunia ini


Dengan melihat perjuanganmu yang tiada henti

Kami selalu berdo'a agar kau tetap disini

Dan kami berjanji suatu saat nanti

Cita-cita kami akan mejadi guru sama seperti yang engkau jalani

Sang Pahlawan
Karya : Catur Elfinawati 
Jejak kaki yang melangkah
Dan tetsan air keringat
Kini t'lah menjadi saksi
Atas pengabdiannya untuk bangsa

Hidup yang dulunya gelap
Kini menjadi terang
Hidup yang dulunya tak tau
Kini menjadi tau

Sang pahlawan,
T'lah menjalankan tugasnya
Untuk negara yang tercinta
Dengan rasa ikhlas dalam hati

Tanpa dengan tanda jasa
Mereka t'lah melawan salah satu penjajah negara
Kebodohan yang dulunya ada
Kini lenyaplah sudah


Guruku Yang Berjasa

Entah, semua perasaan ingin kuluapkan dari puisi ini Aku ingin angin semilir membisikan kata cintaku ini Memberi ketenangan dalam kalbuku, dalam hidupku Aku baru saja mengenali diriku dan orang lain itu Orang lain itu bukanlah orang yang biasa Orang itu adalah guruku sendiri,
 karena dialah Aku sanggup menapaki hari esok dan memberikan satu Pelajaran yang berharga tentang pentingnya hidup ini Bukan hanya matematika dan fisika, tetapi lebih Lebih dari sekedar ilmu yang diajarkan di sekolah Kau memberiku arti tentang hidup ini Memberiku taburan pesona keindahan duniawi Bukan demi kefanaan dan semua yang tak pernah ada Tapi semua yang nyata dan tak pernah bisa Untuk tersiratkan maknanya dalam kata-kata Hanya dia dan aku yang bisa mengerti aku Hanya aku dan dia yang mengerti dia,
Dan hanya aku dan dia yang memberikan seribu makna Tentang arti hidup, pellajaran, dan juga cinta kasih Memang kami berstatus guru dan murid, tak lebih Bukan sepasang sejoli yang jatuh cinta atau lebih Tapi kami punya kaontak batin yang cukup kuat, Karena kami punya kesamaan dalam segala hal Ada yangmau belajar, dan ada pula yang mengajar Tidak hanya guru yang bisa mengajarkan kita Karena terkadang muridpun bisa menjadi guru yang terbaik Dalam kehidupan kini, maupun mendatang.
Maka ingatlah, semuanya bisa terjadi Kapanpun, dan juga dimanapun jua Karena itu, jadilah guru yang terbaim untuk orang lain.


MAAFKAN AKU GURU
Karya : Fadli 
TELAH BERGETAR YANG DI DADA
KALA BERITA MENGETUK TELINGA
MENYESAK DADA MENABUR DUKA
PERGI TELAHLAH GURU TECINTA

WALAU HADIRMU TIADA ... GURU
BIAS KENANGANMU TIADA LAYU
SAYUP-SAYUP BAYANGAN DISITU
DI ANTARA DUA DAUN PINTU

WAHAI GURU, KETAHUILAH !
TELAGA ILMUMU KIAN MENGALIR
WAHAI GURU, DENGARLAH !
NASEHATMU TAK TERSAPU DEBU PASIR
WAHAI GURU, LIHATLAH !
ANAK-ANAKMU BERMAIN BERGILIR
WAHAI GURU, RASAKANLAH !
GETAR DI DADA AIR MATA BERBUTIR
WAHAI GURU, MAAFKANLAH !
KESALAHAN ANAKMU TIADA AKHIR

ALMARHUM GURU
Karya : PANDITA NINGRUM 
kau gunung diantara bukit.bagai
ibu dari segala murid.berpijar
dengan seribu ujar
mereguk sabar merentang tegar

dini buta menggantikan hujan
mengecup daun keringat yang
bergururan.mata merah
menangis semalam.ada tahlil
berkumandang.di tengah takbir
sebelum hujan
 

Tak Adil Buatmu
Karya : Andres M Ginting 
Jemarimu yang empuk

Membelai kebodohanku



Kerajinan yang kau berikan tak tertahan kan

Seperti karya yang monumental dari Romawi

Gaya bicaramu yang khas tak membuat ku takut,

Walaupun aku ngeri melihat di saat Engkau marah

Tatapanmu itu

Benar...benar...sadis !



Hati yang sedih terkadang pandai engkau sembunyikan

Di saat tahu akan ada bentangan masalah dari kota

Sebuah perintah yang akan menghambat dirimu mengajar,

Sertifikasi, itu yang sering mereka katakan

Dan Engkau berujar tak adil buatku di kampung ini.


GURU SUNYI
Karya : Fadli 
KALI INI MALAM DATANG
LAGI ... SATU HARI MELAYANG
BINTANG-BINTANG BERMAIN RIANG
BULAN, DUDUK TENANG MEMANDANG

TEMAN ! GURUMU TELAH TERTIDUR
DENGAN BERBISIK SETENGAH NGELINDUR
TAK LIHAT DIA BINTANG BERTABUR
KARENA MATANYA TERTUTUP TERLANJUR

PAGI, OH PAGI TELAH DATANG
PIRING EMAS TELAH TERANG
CAHAYANYA MENYIBAK PANDANG
MEMBANTU SEDIKIT, MANUSIA LALU-LALANG

TEMAN, GURUMU TELAH TERBANGUN
DUDUK SEBENTAR SEDIKIT MELAMUN
SETELAN JAS, CELANA PANJANG TAMPAK SANTUN
SEDAN UNGU MENUNGGUNYA ANGGUN

WAHAI TEMANKU !
GURUKU HANYA SUNYI SELALU
BUKAN RAGU BUKAN MALU
ATAU LUKA YANG MENGGANGGU

KUCERITAKAN PADAMU TEMAN
TENTANG GURUKU YANG ITU
BUKAN DENGAN SURAT ATAU PESAN SINGKAT
NAMUN LEWAT BAIT-BAIT YANG AKAN LEWAT

DIA TIDAK BERKATA WALAU SATU
TAK BERCELANA APALAGI SETELAN BAJU
TIDAK TIDUR ATAU SEDIKIT SEMU
TAK JALAN KAKI MAUPUN MOBIL BARU

WALAU TAK BERKATA BANYAK MAKNA
SUNYI SELALU SEJUTA ILMU
TAK HENTI SIANG ATAU MALAM DATANG
TAK HUJAN TIDAK PULA ANGIN PELAN

TEMAN ! GURUKU ADALAH PENGALAMANKU
BISA SUKA BISA PULA DUKA
ATAU PERUT KOSONG ... BOLONG
PUN GIGIT NYAMUK KALA KANTUK


ATAS NAMA GURU
Terkesan aku melukaimu,
Padahal ku membela kaumku,
Kami tersiksa karenamu,
Walau kau seorang guru...
Kau bukan pelita,
Apalagi cahaya umat manusia,
Kau buat kami kecewa,
Mengorbankan nama demi harta...
Ingin kami ludahimu,
Caci maki dirimu,
Tapi apa daya kami,
Kau tetap guru kami...,


GURU KEHIDUPANKU
Karya : Moch. Junaedi. R 
Guru.....
Kau beri Aku PELANGI kehidupan
Lihat, pandang, dan gapai warna kehidupan
Merah, Keberanian melawan realita
Kuning, Kedermawanan pada sesama
Hijau, Kesegaran menggapai sehat
Biru, Keseriusan menuntut ilmu
Ungu, Pengabdian tuk ayah ibu
Nila, Kelembutan terhadap wanita
Jingga, Konsisten pada kata

Guru.....
Kau beri Aku PETA kehidupan
Lihat, fikir, dan jalan ke arah kehidupan
Barat, Kedamaian dalam qalbu
Timur, Meraih asa, menggapai cita
Utara, Bersuci menuju bersih
Selatan, Hilangkan tiap noda diri

Guru.....
I  = Inginku lihatmu bahagia
B = Bisakah kubuat kau bahagia
U = Untaian doa jua fatihah tuk mu selalu
Terima kasih Ibu!!!!
kenangan dan kerlingan air mata
jadi pupuk dari pohon kehidupanku
kau guru kehidupanku
ada walau tiada


Guruku.. ?
Karya : Andres m ginting 
guruku...?
sebuah perumpamaan yang baik

guruku...?
engkaulah laskar pendidikan

guruku...?
engkaulah cahaya di kegelapan yang membawaku keluar dari kegelapan

guruku...?
engkau sangat benci kebodohan yang tengah menjangkiti'ku

guruku...?
tak ada yang lebih berarti selain didikanmu
yang membawaku terbang merubah sebuah zaman yang aneh ?

guruku...?
tak ada yang dapat aku ucapkan selain kecintaan hidup ?
dirimulah yang membawaku ?
menjadi seorang yang berguna

guruku...?
entah bagaimana aku membalasnya??
guruku...?
hanya ucapan terima kasihku ?
untukmu



Batas Waktu Untuk Hidup
Karya : Andres m ginting
ketika pembatas waktu ?
sekolah berbunyi
waktu mengajarmu engkau henti kan
bergegas engkau pergi meninggalkan
kami, ?
jam waktu yang melekat di tangan kirimu ?
menunjukkan kegelisahan,?
segera engkau pergi ?
menuju warung langgananmu , bersantap siang dan?
kembali menunggu angkutan yang membawamu ?
menuju tempat yang akan 'tuk menambah uang sakumu ?

dengan buku yang digenggamanmu, kau baca,kau lihat,?
kau bolak-balik, dan engkau aja engkau pekerja yang yang memulai dengan membaca

semua itu tak mudah, namun' tuk mencari tambahan, sekedar bertahan hidup! ?


Aku Adalah Seorang Guru
Karya : Dhyayi Warapsari 

 
Mentari baru saja muncul

Namun ku sudah tinggalkan rumah

'Tuk mengabdi pada bangsa



Aku adalah seorang guru

Tugasku mendidik penerus bangsa

Demi bangsaku, kurela berkorban



Aku adalah seorang guru

Di waktu luangku, ku mengais sampah

Demi rasa lapar, kuputuskan urat malu



Aku adalah seorang guru

Dulu kubergelar pahlawan tanpa tanda jasa

Kini gelarku pahlawan tanpa balas jasa


Kemerdekaan Para Guru
Karya : Tri Oktofriandry Hutauruk
 
Sejauh apa bisa mengabdi?

seberapa besar bisa berkorban?

melebihi semangat seorang guru

            Seuntai terima kasih

            seucap kata bangga

            bukan itu yang diharapkan mereka

Guru,

sosok pahlawan tanpa tanda jasa

namun, apa salahnya untuk diperhatikan?

berikan hak seorang guru

kewajiban mereka telah dipenuhi

Indonesia, perhatikanlah nasib mereka

tanpa mereka, apa jadinya generasi bangsa kelak?
mereka telah bekerja keras

membimbing anak-anak bangsa hingga menjadi sesuatu

            Dan lihatlah, merah putih gagah berkibar

            namun, kemerdekaan para guru masih setengah tiang

            Indonesia, jangan kau diamkan penderitaan mereka

            jangan lagi kau jajah kemerdekaan para guru tercinta


IDOLA SEJATIKU
Karya : Muhammad Musthopa 

TAK HANYA PARAS YANG KUSUKA DARINYA, BUKAN MATERI YANG KUHARAP DARINYA, HANYA RASA SAYANG JUGA CINTA, YANG KUMAU DARINYA...
MATANYA, SENYUMANNYA, JUGA TUTUR KATANYA, MEMANG DIALAH IDOLA SESUNGGUHNYA...
PANDANGAN PERTAMAKU DENGANNYA, CINTA JUGA SAYANGKU UNTUKNYA, SERTA ILMU DARINYA, BUAT HIDUPKU JADI BAHAGIA


Dari mu Guru , Untukku
Karya : Hilda Erfina 

Apa itu,aku tak tau Bagaimana itu,aku pun tak tau Kenapa begitu,aku masih tak tau O,Aku tak tau apapun Kemudian guruku Dia datang kepadaku Setelah itu, Dia bimbing aku Dia ajari aku Dia beritahu aku Dengan kasih sayang Tentang smua itu Akhirnya kiniku tau Apakah itu Bagaimanakah itu Dan kenapa begitu Terimakasih untukmu guru Atas segala ilmumu Yang telah kau beri untukku Walau ku tau Itu tidaklah akan mampu Untuk membalas smua jasa-jasa mu.


Musim Sekolah, Anak-Anak Rajin Belajar Pak Guru Bolos Lagi
Karya : Lukman Asya 

Apabila hari ini aku tak masuk sekolah,
bukan lantaran malas
Tapi selalu terbayang wajah-wajah kuburan
menjulurkan sepi yang angker
Bagaimana hari depan anak-anak sekolah?
Terpenjara
bagai mayat di dalam keranda
bagai epitaf di nisan-nisan china

Belajar disiplin sebenarnya belajar
menghianati kebebasan
"Pak guru, ke mana lagi, kau tak masuk (akal) sekolah lagi
hari ini. Kami merindukan pelajaran cinta"
Jerit anak-anak sekolah dalam suatu kelas begitu gaduh
dalam ruangan dimana pernah kutanamkan sikap
kebersamaan: mencontek dianjurkan
demi kesetiakawanan menolong teman
yang dalam kesusahan
Aha!

Kulihat daun-daun pohon bergerak
Angin mengajarkan kebebasan
menantang hujan, langit, tanah dan angkasa
berjudi dengan kesunyian berkelakar dengan senja hari
sebab tak ada yang lebih bermoral di muka bumi ini
selain engkau yang berdiri rimbun tak pernah ributkan
kekuasaan
Apa artinya pelajaran biologi kalau kehamilan terkadang di
luar rencana
pohon - pohon ditebangi demi perumahan untuk pejabat asing
separo kayu-kayunya diselundupkan ke negeri tetangga
hasil penjualannya tak jelas untuk apa
guru tetap miskin lagi nelangsa
tinggal di gubuk-gubuk penuh hitut dan asap dapur

Anak-anak, rajin-rajin-lah belajar
agar kelak bisa menanam pohon
di ladang hatimu sendiri
sebab ladang ibu bapak telah habis
untuk biaya sekolahmu
Belajar dengan diri sendiri lebih baik

Bapak hari ini bolos lagi
bapak ingin mendengar musik kesedihan
Suara-suara sajak yang bebas tapi penuh lengkingan
Kota yang gaduh penuh caci maki dan serapah sampah
Lihat, gunung tangkuban parahu tertutup awan
Dayang sumbi meratapi kesalahan dan kegagalannya
Apa salahnya ia kawin dengan sang anak
yang matanya penuh cinta sebagai lelaki perkasa.
toh Sumbi cuma ibu di masa silam
Burangrang dan antena-antena sementara menantang
payudara yang tersembunyi di balik seragam sekolah
Rawatlah itu, jangan kau gadaikan untuk kepala sekolah
yang saban waktu asyik berberahi
sambil melipat uang bangunan

Aku melihat kursi-kursi kosong
ditinggalkan murid-murid yang baik hati
"Kami pun ingin berlibur sebab bapak
tak kunjung datang. Kami rindu puisi
tempat segala cinta dan kebebasan tercurah
Kami tak ingin terpenjara
Kami ingin senang-senang sambil tawuran
dalam bahasa."


Laksana Engkau,...Guru
Karya : Retno S. 

ada petang yang pernah kusinggahi
aku terdiam dan terduduk sejenak
aku hanya tahu engkau...
aku hanya kenal engkau...
di sepanjangnya jalan yang tak berujung
di sanalah engkau ada...
dimana semua orang tak mampu memberitahuku
aku lalu datang,
dan menemuimu sebagai tempat bertanya
seperti itulah engkau Guru...
seperti hujan yang tak pernah mengeluh waktu jatuh
dan aku,...
akan bagaikan elang tanpa kepak sayap
tak mampu berlayar, juga tak mampu berlari...




Keberanian Dalam Tugasmu
Karya : Andres m ginting 

gelombang perang timbul ia tak' takut!
gelombang miskin menghampiri ia juga tak takut!
bencana dan kesedihan
ia pun tak takut
engkau ejek malah!!

ia hanya takut bila ia
tak mengajar
kami!.



Doa Seorang Guru Untuk Murid-Muridnya
Karya : M.Raudah Jambak 

Tuhan, Dengan bias sebatang lilin ini Aku hanya berharap jangan padamkan Cahaya dalam hati kami Walau rekening sujud belum sempat Terbayarkan, aku berharap Jangan putus aliran rahman dan rahimmu Di rumah cinta kami Atau jangan bebankan bea denda dosa Yang berlebih pada tagihan karat hati kami Sebab, kami masih punya generasi penerus negri ini Yang perlu disuguhi saluran kasih jiwa Pada televisi pencerahan Atau rice-cooker ketabahan serta rekening ilmu tak berkesudahan Tuhan , Dengan bias sebatang lilin ini Terangkanlah jiwa-jiwa yang gelisah Dari hati dan pikiran yang disumbat kegelapan.



Dompetku Ber-merk "Guru"
Karya : ASTRIA SARI 

Penanggalan di kalender sama saja

Kata orang ada yang muda

ada juga yang tua

entah aku tak pernah tahu maknanya!



Tanggal 2 saat aku berterima

Dompet hitam usang terisi penuh

Lembaran ratusan ribu bertengger manis

Tidak seberapa,

Karna memang merknya " Guru "

Ditambah slogan "tanpa tanda jasa"

Semakin berkelas dompet usangku ini



Angsuran "angsuran"

Warung Pak Rt, Perumnas, BRI, Honda

Kebutuhankah? Atau prestige?

Dompet usangku tak pernah protes

Karna mer-nya "Guru"



Toh, nanti ada tambahan ojek-an

Lumayan untuk merebus daun singkong

Tambah gorengan sambel terasi

Dompetku masih tetap bungah

Paling tidak nanti malam deritan jangkrik

Mempertebal isinya

Meskipun bukan senyum mengembang ratusan ribu

Cukup pecahan ribuan yang terpecah-pecah

Dompet merk "Guru"  tetap senyum bahagia



Pahlawan Tanpa Tanda Jasa..
Karya : ASTRIA SARI 

Saatnya mengangkat bambu runcing, kawan!

Tabuh genderang perang, saudara!

Bunyikan sangkalala ya, Bapa!

Asah pedangmu, wahai prajurit!

Inikah laskar itu?

Bertempur di laga jaya

Bukan saatnya

Runcingkanlah pensil, anakku..

Latihlah jemarimu_A, B, C

Suarakan dengan nyaring, anakku

Cobalah A, Be, Ce

Berilah telingamu, anakku

Biarlah hatimu memaknai setiap arti

Belajarlah , anakku!



Hari Guru

Antara pengabdian dan kewajiban Dan hari-harimu pun tetap berjalan dengan ataupun tanpa memperoleh nilai yang menurut sebagian besar orang kini menjadi ukuran layak atau tidaknya suatu profesi untuk dijalankan.
Yah.. tetap kau jalani hari- harimu Dengan bangga dan senyum yang selalu kau tebarkan pada setiap orang yang kau temui dalam setiap detik yang kau lalui kala kau mencoba menebar pundi-pundi ilmu yang kau sebarkan pada anak bangsa dengan tulus dan ikhlas yang entah dari mana datangnya kau peroleh...
Ah......aku tetap memandangmu dengan pandang penuh kagum...
kagum karena aku masih terpaku dan sejenak berfikir Manusia terbuat dari apa dirimu sebenarnya..
Apa yang ada dalam benakmu sehingga kau memiliki energi yang sangat luar biasa tuk berbagi......
Yang kadang membuarku iri....
Iri karena ketulusanmu......
Iri karena konsep hidupmu yang mungkin melebihi konsep hidup seorang professor Iri karena pundi-pundi amalmu pastinya lebih banyak dari pundi amal milyarder manapun yang ada di dunia.
Dan... asal kau tahu saja.
Aku buat rangkaian kata ini dengan tulus dan bangga hanya untukmu....
Sebuah rasa Bangga pada mu guru...
Met hari guru...



MENGENANG MASA TAMAN KANAK-KANAK
Karya : St. Fatimah 
1

terbahak

gempita permainan kanak dengan semarak canda

terbang menyusuri padang bunga, taman kupu-kupu, dan

kita menari diguyur gerimis di mula pagi

nyanyi-nyanyi membahana dalam keriangan juga keakraban

yang menggenapi saban riuh kenangan


merajut ingatan

dalam berlembar coretan kasar pensil-pensil warna

dalam cerita-cerita kecil yang menggelikan


2

sosok bidadari-bidadari berkerudung reronce kembang melati

merangkul penuh kelembutan

mimpikah ini

harumnya masih membuai di sela-sela rindu

jadi bunga-bunga tidur, indah lagi menyenangkan


seulas senyum paling rekah

mengantar hidup kita

berujung pada kebaikan yang abadi

berpundi-pundi citacita dan cinta

membuncah
 


HILANGNYA KETELADANAN
Karya : Priyo Pradono 

Sedih hati ini

Melihat kenyataan

Bangsa ini kehilangan teladan


        Anak muda bergerombol

        Jumawa hati merasa raja di raja

        Menganggap orang rendah hina dina

        Berbuat resah menghancurkan asa


Dan,

Kini muncul teladan-teladan baru

Seakan menimbulkan asa baru

Tapi ternyata hanyalah palsu...

Teladan-teladan itu sesat & menyesatkan !


        Kita butuh Guru bangsa

        Bukannya guru-guru bangsat !


Dan ironis,

Nasib para pendidik generasi harapan

Ada yang harus hidup mengais sampah

Ada yang harus mengayuh becak

Ada yang harus menaruh harga diri

Demi kelangsungan hidup...


        Ku pikir

        Lagu Oemar Bakri

        Hanyalah reka-an Bang Iwan

        Ternyata,

        Itu benar-benar nyata...


Kita harus menunduk heningkan cipta

Atau esok kita harus kibarkan

Sang Merah Putih setengah tiang

Pertanda matinya teladan-teladan berhati suci...


Guru
Karya : Heru Jepe 

Bersama dinding, ia mengeras, membekas

dalam paras, mengupas rias.


Bersama lantai, ia mencebur, terkubur

dalam umur, mengukur uzur.


Bersama dirimu, ia membeku dalam diriku.

Menyusun laju menuju Tuhanku. 



Surat Untuk Sang Guru
Karya : Suhendi Pusap 
            Guru, ada banyak cerita hari ini:
            tentang pagi yang menjelma serupa kehangatan,
            meleburkan setiap kebekuan di balik fajar.
            tentang senyum bunga-bunga yang mengusik kabut
           di kaki bukit,
            seperti senyummu di kelas dulu,
            membuatku percaya mentari akan tetap memberikan
            sisi terang kehidupan.
 
            Dan ketika hari beranjak siang,
            kusaksikan burung-burung beterbangan
            menyapu angkasa
            seakan mengabarkan kebebasan
            dan biru langit
 
            Namun Guru,
            sore tadi aku mendengar kabar hambar tentangmu:
            tentang atap sekolahmu yang bocor,
            tentang upahmu yang lemah,
            tentang sampah sumpah serapah di koran-koran,
            tentang negeri ini yang hampir tumpah,
            dikubur tanah.
 
            Guru, akan kukabarkan lagi jika ada tragedi di sini.
            di sini sepi, diam, tanpa ilmu.
 
            Salamku, muridmu.



Tentang Seorang Guru
Karya : Ika Cindriyani Yusita

Seindah pengorbanannya
Guru menjadi bunga yang selalu dipuja anak didiknya
Setulus kasih sayangnya
Guru menjadi selimut yang menghangatkan siswanya

Entah seindah apa?
Pengorbananku untuk membalas pengorbanannya
Entah setulus apa?
Kasih sayangku untuk membalas kasih sayangnya

Aku hanya sanggup memberikan terima kasih
Itupun tak sempat aku sampaikan
Melalui sang malaikat maut engkau pergi
Meninggalkan ilmu yang pernah kau beri

Hanya ilmu yang tersisa darimu
Tapi ilmu itu tak akan pernah menjadi sisa sepanjang waktu
Hanya rindu yang 'kan ada untukmu
Tapi rindu yang tak akan pernah pergi bersama waktu

Terima kasih guruku
Hanya lewat bait-bait puisi ini
Aku menyampaikan rasa yang tak sempat kuberi
Dan lewat baris-baris puisi ini
Aku memberikan semua yang bisa ku beri



Sosok Pejuang Sejati
Karya : Ovi Yulianti N 

Sepiku karena keheninganku dalam pikiranku yang berkabut semu
Sulit mengerti hanya ragu yang menjamu
Tanpa tahu dustaku jadi benarku
Tingkahku mengantarkanku pada arah berselimut debu

                Ketika aku menungu..
                Ia berpijak dengan segenggam cahaya
                Menerangiku..menyilaukan pikiranku
                Tanpa kaku lidahku berhenti membisu

Engkau datang menaburkan berjuta harapan
Menghujani gersangnya diri dengan ilmu sejati
Engkau datang menawarkan berjuta impian
Raya hati bagai usai tercabut duri
               
                Sosok pejuang sejati ialah guruku..
                Kesabarannya menghalau amarahnya
                Kilauan mutiara merajut dalam dirinya
                Bagai bintang menerangiku dalam setiap gelapku

Meski tanpa simbol nyata
Perjuanganmu tetap tiada tara
Selalu hidup dalam ingatan berjuta insan
Meski tanpa sayap..Engkau laksana malaikat
Menuntunku dalam langkah kebenaran
   
               Kadang egoku merengkuh keyakinanku yang menentang kebenaranmu
               Guruku..
               Kecewakah engkau akan aku..?
               Senyumnya hanya mengisyaratkan ketulusannya
               dalam membina bangsa menjadi generasi sejati
               Menerbangkan insan dalam indahnya masa depan

Guruku..
beribu kata terima kasih takkan sanggup untuk membayar ketulusanmu membimbingku
Tapi ilmu dan nasihatmu akan menjadi alunan nada simfoni terindah dalam perjalanan hidupku..


Teruntukmu Guru-Guruku
Karya : Ika Cindri 

Kau menyelamatkanku dari kebutaan akan aksara Menuntunku mulai mengenal apa yang di sebut kata Menemaniku merangkai tiap-tiap kata menjadi berita Kau meyentuhku lewat suara dan tutur sapa yang indah Membuatku merasa nyaman tuk terus mengerti akan aksara Yang nantinya kan menjadi bekalku mengenal ilmu-ilmu di dunia Kau menghiburku saat ku mulai lelah bermain dengan aksara Mengajakku 'tuk mengenal ilmu yang lainnya Ilmu yang tak mungkin kudapatkan dari semua buku yang ada Tak hanya ilmu tentang dunia kau beri padaku Dan tak hanya tentang etika kau membentengiku Tapi kau juga ajariku tentang macam-macam hidup Yang mungkin saja suatu hari akan ku kecap Laksana kokok sang ayam di pagi buta Kau membangunkanku dari dunia yang gelap akan cahaya Sehingga kini ilmu yang telah kukantongi darimu Menjadi pelita di dunia yang gulita Terima kasih...
Hanya itu yang bisa ku beri Sama seperti kau t'lah memberiku arti Semoga do'aku kan tetap terlantun untukmu Disepanjang usiaku.

Teruntukmu Guru-Guruku
Karya : Ika Cindri 

Kau menyelamatkanku dari kebutaan akkan aksara
Menuntunku mulai mengenal apa yang di sebut kata
Menemaniku merangkai tiap-tiap kata menjadi berita

Kau meyentuhku lewat suara dan tutur sapa yang indah
Membuatku merasa nyaman tuk terus mengerti akan aksara
Yang nantinya kan menjadi bekalku mengenal ilmu-ilmu di dunia

Kau menghiburku saat ku mulai lelah bermain dengan aksara
Mengajakku 'tuk mengenal ilmu yang lainnya
Ilmu yang tak mungkin kudapatkan dari semua buku yang ada

Tak hanya ilmu tentang dunia kau beri padaku
Dan tak hanya tentang etika kau membentengiku
Tapi kau juga ajariku tentang macam-macam hidup
Yang mungkin saja suatu hari akan ku kecap

Laksana kokok sang ayam di pagi buta
Kau membangunkanku dari dunia yang gelap akan cahaya
Sehingga kini ilmu yang telah kukantongi darimu
Menjadi pelita di dunia yang gulita

Terima kasih... Hanya itu yang bisa ku beri
Sama seperti kau t'lah memberiku arti
Semoga do'aku kan tetap terlantun untukmu
Disepanjang usiaku



Guru Tersayang
Karya : Dedi hariyanto 

senja bergulir malam.
mentari berganti rembulan,
dikau berkerja selarut senja,
kau tak peduli...
betapa lelah hatimu
tapi.....
kau tetap mengabdi

guruku sayang,
guruku tercinta,
kau buat aku tau akan dunia
kau juga buat aku mengerti
ya mengerti!
mengerti semua hal

walau kini
globalisasi melanda
kau tetap perjuangkan semua,
semua hal yang berguna

sayang...,
kini nasibmu luluh lantah
tak tentu hidup diri
tak sayang jiwa malang

guruku.....
aku tetap sayang
karena.....,
kau guru tercinta
FOREVER TEACHERS


Air mata perjuangan
Air mata telah jatuh membasahi bumi Cinta yang terdalam telah kauberi Semua cinta yang kau miliki telah kau relakan hanya demi Ranting telah menjadi pohon BUnga kini pun telah bersua Tapi apa mereka telah berubah? menuju ke daratan yang mana mereka? Cintamu yang bisa menjawab CIntamu yang bisa memberi Hanya engkau yang tahu segala CInta hanyalah cinta Pedih yang harus ditahan Takkan pernah ada balasan Semua hanya angin lalu Pergi dan datang sesuka hati Lalu terbang mengikuti mentari hingga bintang pun tertawa Dan datanglah sang pelangi yang membiaskan seluruh warna Tapi takkan pernah memberi arti Dalam hiduo dan cinta ini Semua terasa amat mencekat Dan takkan pernah kau tahu Apa yang pernah dia rasakan karena dirimu yang terjatuh Tapi ia pun merasakan hal sama Mereka tetap manusia biasa.



INIKAH NASIBKU SEBAGAI SEORANG GURU HONORER
Karya : RANGGA ADHIYASA 

Di antara senja di ujung sore yang lengang

Aku duduk termenung di sudut ruang

Hujan yang turun deras disertai angin kencang

Semakin membuat pikiranku tak tenang


Dalam keremangan cahaya di ruang guru yang sunyi

Aku teringat kembali akan memori yang menyakitkan hati

Tentang status resmi yang tak kunjung terealisasi

Di tambah lagi dengan gaji yang sangat tidak pasti


Waktu di segala musim dan cuaca telah berbicara

Tentang nasibku yang sangat tidak biasa

Aku yang selalu di nomor duakan oleh MEREKA

Tak sedikit pun merasakan nikmatnya dunia


Hari demi hari aku didik murid-muridku dengan ilmu

Waktu demi waktu aku beri mereka pengetahuan baru

Tapi tak sedikit pun petinggi-petinggi itu tahu

Bahwa aku pun layak menyandang status "GURU"


Dalam keterbatasan kehidupan yang aku jalani

Aku tetap tabah menapaki hari-hari

Diantara terjalnya suratan yang harus aku lalui

Aku tetap tegar meskipun batinku tersakiti


Tak bisakah mereka lihat tempat tinggalku yang layu?

Tak bisakah mereka lihat kehidupanku yang sayu?

Tak bisakah mereka lihat sehari-hariku yang sendu?

Dan tak bisakah hati mereka terketuk untuk membantu?


Inikah Nasibku Sebagai Seorang Guru Honorer?

Dimana keahlianku dibutuhkan untuk mengajar

Namun hasil yang ku dapat hanya cukup untuk tidur

Di sini aku hanya bisa diam dan tegar...

PERSEMBAHAN DARIKU UNTUK MURIDKU
Karya : RANGGA ADHIYASA 

Dalam kesunyian pagi di ujung jalan berkabut

Aku berjalan menyusuri lereng di antara bukit-bukit

Membawa setumpuk asa yang kini mulai bangkit

Dan cita-cita dengan penuh semangat


Sungai yang mengalir deras dari kaki-kaki gunung

Batu, kerikil dan jalan-jalan yang menikung

Serta tanah-tanah curam di antara dalamnya jurang

Tak kan mematikan api semangatku yang kian membendung


Tawa riang murid-murid telah menunggu di ruang waktuku

Berharap menanti kedatanganku dengan segudang ilmu

Api semangat yang selalu berkobar di mata mereka

Menggambarkan kesunguhan untuk mengejar cita-cita


Di antara kicauan burung yang bernyanyi di luar jendela

Aku mendamba asa dari setiap hati dan keinginan mereka

Impian dan cita-cita mereka harus ku bantu dan ku bina

Demi tercapainya harapan untuk masa depan mereka


Murid-muridku, gapailah segala cita-cita yang kalian inginkan

Wujudkan semua dengan tekad dan semangat yang kuat bagai intan

Agar masa depan kalian nanti bersinar bagaikan berlian

Dan suatu hari nanti akan ku kenang kesuksesan kalian


Murid-muridku, tiada yang ingin aku pinta dari kesuksesanmu

Bahkan banyak darimu yang lupa akan jasa-jasaku

Tapi aku sama sekali tak tersedu

Sebab inilah tugasku sebagai seorang guru...



Guruku Adalah... 
Karya : Duddy Fachrudin 

guruku adalah alam yang mengajariku kehidupan

guruku adalah malam penuh bintang

yang memberikan keindahan

guruku adalah kitab suci berisi aturan dan larangan

guruku adalah mereka yang membuatku tetap hidup

memegang kebenaran 



Airmata Guru
Karya : Duddy Fachrudin 
guruku, gurumu, guru kita

seakan tak pernah lelah

mengajari siswa-siswa


guruku, gurumu, guru kita

seakan tak pernah bosan

setiap hari, berbusa-busa


guruku, gurumu, guru kita

seakan ingin menunjukkan kepada dunia

bahwa kamu bisa!


kamu bisa wahai insan akademika!


teriak guruku, gurumu, guru kita

dan mereka tersenyum, menangis, berlinang air mata

melihat anak-anaknya menatap dunia dengan megah



Senyum Tangis Seorang Guru
Karya : Arifin 

Lihat disana,sang laksamana

Berjalan tegap penuh wibawa

Suara lantang,dipundak memikul bintang

Ada yang tersenyum menatap tajam kearahnya

Dengan mata berlinang,ia berkata "dia anakku"



Lalu lihat disana,seorang pemuda

Berbadan kurus,berjalan tertatih

Sebatang rokok disela bibir,dengan sebotol arak ditangan

Ada yang menangis menatap tajam kearahnya

Dengan bibir terbata,ia berkata "apa yang salah aku mendidikmu,anakku"



sumber: #dari berbagai sumber



Artikel Terkait Lainnya:

2 komentar:

Rika Agustina mengatakan...

makasih euy

Kokom Ck mengatakan...

:13 sedih banget kakak..

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45

Poskan Komentar

Komentar Anda sangat kami harapkan, sekiranya Anda sudi memberikan komentar.

Selamat datang di blog saya | Blog baru dihuni | Silahkan Anda memberi kritik dan komentar untuk pengembangan blog saya ini | Saya harap Anda tidak akan pernah bosan untuk melihat konten blog yang tidak bagaimana ini | Salam saya Gie Mata Angin | Cayoooooooooooooooooo ...............