Gie Mata Angin

Kamis, 11 November 2010

Menakar Makna Pahlawan Sejati

Usulan pemberian gelar pahlawan nasional yang sedang hangat dibicarakan memang menjadi suatu topik yang menarik untuk diperbincangkan. Setelah muncul berbagai kontroversi beberapa waktu lalu tentang pantas tidaknya seorang Gus Dur mendapat gelar pahlawan nasional, kini kontroversi hal serupa kembali muncul bahkan mungkin akan berdampak begitu besar bila sampai kontroversi ini tetap dilanjutkan yaitu tentang wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Mantan Presiden kedua RI Soeharto.

Pada era modern sekarang ini, gelar pahlawan tidak lagi hanya milik mereka yang gugur di medan juang. Gelar “pahlawan” bisa diberikan pada figur yang memberi dampak positif pada masyarakat luas. Kata pahlawan dalam kamus besar Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari dua kata Pahla dan Wan.

Pahla mengandung makna buah, sedang Wan untuk sebutan orangnya (bersangkutan). Pengertian secara luas pahlawan (baca: pahlawan nasional) adalah orang yang menghasilkan sebuah karya untuk kepentingan bangsa dan negara atau seorang pejuang gagah berani yang mengorbankan jiwa dan raga untuk kepentingan Bangsa dan Negara.
Kita tahu bahwa Bangsa kita setiap tahun merayakan Hari Pahlawan. Pada saat itulah kita mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan harta dan nyawanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat seremonial.

Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka.
Akan tetapi makna kepahlawanan tidak hanya berhenti di sana. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Bukankah arti pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah pejuang gagah berani?
Bukankah makna kepahlawanan tak lain adalah perihal sifat pahlawan seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan?

Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang adil dan demokratis, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Negeri kita sedang dililit kanker korupsi yang sudah mencapai stadium terakhir. Kita membutuhkan orang-orang berani untuk memberantasnya. Seorang ilmuwan pun bisa menjadi pahlawan dalam bidangnya berkat penemuannya yang dapat menyejahterahkan orang banyak. Seorang petugas pemadam kebakaran yang tewas saat berjuang mematikan api yang sedang membakar rumah penduduk adalah pahlawan juga.

Setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, jiwa kepahlawan tidak hanya pada saat kita memperingati hari pahlawan, tetapi berlangsung setiap hari dalam hidup kita. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing.

Menjadi seorang pahlawan berarti harus berani tetap bertahan dari rasa sakit dan merelakan semua hal yang kita cintai, bahkan harapan dan nyawa kita sendiri!
Pahlawan adalah orang yang sedikit mengeluh namun banyak bertindak…
Pahlawan adalah orang yang tidak menyalahkan orang lain atau pemerintahnya atas keterpurukan negaranya…
Pahlawan adalah orang yang berani bertindak dan berinisiatif…
Pahlawan adalah orang yang melihat solusi di setiap masalah…
Pahlawan tidak mau menjadi korban sejarah, ia memilih untuk menjadi pelaku sejarah dan menciptakan sejarah baru.
Pahlawan segera mengambil peluang bahkan menciptakan peluang baru karena ia sadar kesempatan tidak akan pernah datang dua kali! Pahlawan adalah orang yang terus belajar dan mawas diri…
Pahlawan ingin membuat sejarah baru bagi negaranya,
bukan menjadi bagian dari sejarah lama…”
“Seorang pahlawan harus berani mengambil dan memperhitungkan resiko dan tidak menyalahkan orang lain atas kegagalannya…

Menjadi pahlawan adalah menjadi manusia yang spesial, bukan menjadi manusia kebanyakan…”
Memang tidak mudah untuk menjadi pahlawan. Mungkin lebih mudah bagi kita menjadi pahlawan kesiangan, yakni orang yang baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir atau orang yang ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang.
Setiap tahun, kita merayakan Hari Pahlawan untuk mengenang jasa para pejuang pada masa silam. Kita bertanya pada diri sendiri apakah kita rela mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar. Itulah pahlawan sekarang.
Mungkin saja kisah pahlawan paling heroik sepanjang sejarah itu adalah kisah hidup kita sendiri dalam bab kehidupan yang belum selesai kita tulis…

Nasib bangsa ini ditentukan oleh dengus nafas kita sendiri dalam merebut kehidupan yang lebih sempurna. Kita semua pengisi kemerdekaan, berkewajiban bertindak berani tapi terkendali, cepat tetapi tepat, total tetapi tidak brutal, agar menjadi teladan, hingga terpahat di dinding hati para penerus kita di masa depan nanti, sebagai pahlawan sejati. 


sumber: http://maulanusantara.wordpress.com

Artikel Terkait Lainnya:

0 komentar:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45

Poskan Komentar

Komentar Anda sangat kami harapkan, sekiranya Anda sudi memberikan komentar.

Selamat datang di blog saya | Blog baru dihuni | Silahkan Anda memberi kritik dan komentar untuk pengembangan blog saya ini | Saya harap Anda tidak akan pernah bosan untuk melihat konten blog yang tidak bagaimana ini | Salam saya Gie Mata Angin | Cayoooooooooooooooooo ...............