Gie Mata Angin

Rabu, 25 Agustus 2010

Pecinta Alam dan ke-Pecinta Alam-an

Pecinta Alam dan ke-Pecintaalaman

Banyak orang memiliki anggapan bahwa pecinta alam adalah pendaki gunung, pemanjat tebing, penyelam, menelusur gua, dll. namun sebenarnya anggapan seperti itu salah kaprah. memang kegiatan pecinta alam tidak jauh dari kegiatan-kegiatan petualangan semacam itu, akan tetapi kegiatan tersebut sebenarnya hanyalah aktifitas pendukung saja untuk dapat menapai tujuan yang sesungguhnya. nah sekarang muncul pertanyaan baru, apakah sebenarnya pecinta alam itu???

Sebelum kita coba bedah makna “pecinta alam” secara tersirat, mari kita coba pecah terlebih dahulu makna secara tersurat dari kata “pecinta alam”. kata “pecinta alam” terdiri dari dua kata yaitu “pecinta” dan “alam”. kata yang pertama (pecinta) merupakan sebuah subyek yang berasal dari kata “cinta”. kata “cinta” sendiri memiliki arti yang sangat luas. pendefinisiannya bisa tergantung dari siapa yang mendefinisikan. kata “cinta” menurut pengertian seorang ABG dapat jauh berbeda dari pengertian seorang yang telah dewasa. namun di sini saya tidak akan membahas terlalu jauh mengenai arti dari kata “cinta” tersebut. secara umum kata “cinta” dapat mengandung arti “menyayangi”, “menjaga”, “ingin memiliki”. sedangkan kata “alam” merupakan obyek dari kata “cinta” tadi. nah, ketika kita memiliki rasa yang bermakna “cinta” tersebut, maka dalam diri kita akan timbul rasa sayang, bangga, ingin selalu berada dekat, ingin selalu menjaga, dan tidak rela jika sesuatu yang kita cintai tersebut hilang, atau rusak, atau bahkan diambil oleh orang lain, dalam hal ini adalah alam. alam sebagai obyek yang kita cintai merupakan segala sesuatu yang berada di sekitar kita beserta seluruh elemen-elemennya.

Jadi secara keseluruhan kata “pecinta alam” dapat memiliki makna, orang-orang (subyek/pecinta) yang mencintai alam dan berusaha untuk selalu menjaga kelestarian dan keaslian alam.
sedangkan ke-pecinta alam-an merupakan sebuah pegangan hidup dimana kita sebagai seorang pecinta alam harus selalu berjalan pada pegangan hidup tersebut sesuai dengan kode etik dan prinsip-prinsip pecinta alam.
setelah kita jabarkan makna dari “pecinta alam”, beru kita semua dapat mengetahui bahwa pada dasarnya jika hanya sekedar kegiatan petualangan (pendakian, hiking, panjat tebing, dll) kita tidak perlu menyandang nama “peinta alam”. karena sesungguhnya makna “peinta alam” jauh lebih dalam daripada pengertian tersebut. namun tidak dapat di pungkiri, bahwa sebagian besar kegiatan-kegiatan seorang pecinta alam bergerak di bidang petualangan. hal ini disebabkan karena memang alam yang kita cintai ini tidak mengenak batasan ruang dan waktu, maka kemampuan, pengetahuan dan aktifitas berpetualang juga wajib dikuasai dan dilakukan oleh seorang pecinta alam dimana dengan tujuan sebagai penunjang visi dan misi untuk menjaga dan melestarikan alam ini. 

Sebagai seorang pecinta alam kita harus selalu memegang prinsip dasar supaya dalam beraktifitas dapat memberikan manfaat, baik untuk diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan. sebagian besar orang yang gemar beraktifitas di alam bebas yang mengaku bahwa dirinya searang “pecinta alam” tidak mengetahui dasar-dasar dalam bersikap sebagai seorang “pecinta alam”. mereka mengaku seorang pecinta alam, yang dengan gagahnya berjalan tegap dengan menggendong tas besar di punggungnya melintasi bukit dan gunung.. akan tetapi mereka dengan santainya membuang bungkus mie instan, permen, makanan kecil, botol minuman sembarangan…sikap seperti ini sungguh sangat memalukan.. untuk menjadi seorang pecinta alam kita tidak perlu pamer gagah, pamer kemampuan, atau pamer apapun sebagai seorang petualang yang handal, cukup memegang teguh sikap dan prinsip pecinta alam sudah cukup untuk menjadi seorang pecinta alam yang sejati..
Lantas sikap dan prinsip pecinta alam itu yang bagaimana…??

untuk mengawalinya mungkin kita semua perlu memahami terlebih dahulu tentang prinsip dasar pecinta alam dan kode etik pecinta alam.

PRINSIP DASAR PECINTA ALAM :
1. Tidak mengambil apapun kecuali gambar
2. Tidak membunuh apapun kecuali waktu
3. Tidak Meninggalkan apapun kecuali jejak kaki

so, sekarang mari kita renungkan, apakah kita sudah layak di sebut sebagai pecinta alam???
jawabannya ada di hati kita masing - masing.

Lestarii...!!!

Artikel Terkait Lainnya:

0 komentar:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45

Poskan Komentar

Komentar Anda sangat kami harapkan, sekiranya Anda sudi memberikan komentar.

Selamat datang di blog saya | Blog baru dihuni | Silahkan Anda memberi kritik dan komentar untuk pengembangan blog saya ini | Saya harap Anda tidak akan pernah bosan untuk melihat konten blog yang tidak bagaimana ini | Salam saya Gie Mata Angin | Cayoooooooooooooooooo ...............