Gie Mata Angin

Selasa, 31 Agustus 2010

Selamat Jalan Ko Edu

pernahkah kamu merasa kehilangan ?

Sesungguhnya segala sesuatu di dunia ini hanyalah titipan yang Maha Kuasa. Namun demikian seringkali manusia tidak sadar akan hal itu. Ketika barang yang dimiliki manusia diambil kembali oleh Pemilik Aslinya, barulah mereka tersentak.

Sedihnya jika kita kehilangan atas sesuatu yang sangat berharga atas apa yang kita miliki, apapun itu. tak ada yang pernah mengingkari kalo kehilangan menjadi kesedihan mendalam bagi diri kita, ataupun orang lain. 

Kehidupan terus berputar terkadang kita merasa sangat gembira atas sesuatu yang kita dapat, merasa gembira saat cita-cita kita berhasil kita wujudkan seperti keberhasilan meraih posisi di kantor, mendapat rezeki tidak terduka, cinta kita bersambut atas seseorang yang kita cintai. Wajarkah kita gembira….

Terkadang kita merasa sombong atas beberapa hal suatu sukses yang kita raih, atas harta yang kita miliki, atas ilmu yang kita punya, atas paras yang cantik dan tampan, status social kita yang tinggi, atas jabatan yang kita miliki. Wajarkah kita sombong…..

Kita juga mengumbar kemarahan atas beberapa hal kendaraan kita ditabrak kendaraan lain, ketika anak buah kita tidak bisa bekerja dengan benar, ketika kita dibohongi, ketika kita tersakiti.ketika kita tidak bisa meraih sukses. Wajarkah kita marah…

Tuhan menciptakan hawa nafsu, perasaan. Tapi tuhan tidak memberi semua dari kita untuk dapat mengendalikan perasaan dan hawa nafsu. Perasaan yang kita tujuan untuk kebaikan akan mendatangkan rahmat dan anugrah. Tapi sebaliknya perasaan yang kita umbar akan menyebabkan musibah yang luar biasa.

kita tak bisa pungkiri, jika kita benar-benar merasa kehilangan dengan menangisi ataupun marah atas kehilangan apa yang kita punyai. 

tapi bagaimana kalo kita kehilangan dengan orang yang kita cintai ?

dia pergi demi cita-citanya

dia pergi karena mengejar kesenangannya

dia pergi karena keinginan orang tuanya

dia pergi karena ingin melupakan apa yang terjadi 

ataukah

dia pergi menemui ilahi

tapi yang perlu saya bahas disini adalah 

jika kita kehilangan orang yang kita cintai untuk selama-lamanya. 

seorang yang berarti buat saya pergi, tetapi ada yang hilang, seseorang yang terdiam kaku sudah tidak memiliki keinginan untuk sukses, untuk marah, untuk menangis, untuk meraih harta dunia, untuk bertemu dengan orang terkasihnya.

Hati dan logika saya bertanya inikah akhir dari sebuah perjalan panjang manusia…. Yang memiliki hawa nafsu, ambisi, perasaan baik, perasaan jahat. Setelah nyawa hilang manusia hanyalah tinggal seonggok tulang dan daging tanpa daya yang dimiliki, saat itu perasaan takut saya kepada sang pencipta. betapa hebatnya kekuasaan tuhan….Saat kita tak bernyawa, untuk melakukan ritual kematianpun manusia tidak
bisa melakukan sendiri, dan terbersit dalam pikiran saya,

kenapa manusia harus sombong…

kenapa manusia harus serakah,

kenapa manusia harus egois…

karena semua tidak ada gunanya jika nyawa telah berpisah dengan raga…

Tetapi alangkah mulianya kita jika kita bisa mengisi kehidupan dunia dengan bijak dan tidak melupakan kehidupan setelah kita meninggal dunia…. 

Saya hanya coba mengingatkan dan mengajak semua rekan ku yang saya sayangi. mari kita ingat mati dan jangan terlalu serakah dengan kehidupan dunia yang hanya sesaat.

karena kematian adalah hal yang terdekat pada manusia.

Bisa saat ini anda sehat, 1 detik kemudian anda berjalan dan jatuh, terus anda meninggal….

Saat ini anda terganteng dan tercantik, satu detik kemudian anda
terkurung di dalam suatu kebakaran dan anda terjebak dan meninggal terbakar,

anda mempunyai kendaraan mewah, satu detik kemudian anda tertabrak atau menabrak dan meninggal.

Mungkin orang yang kita sayangi telah tiada. Tapi, apakah dengan demikian rasa kasih kita akan terhenti? Masih banyak orang yang sebenarnya  membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kita.  Saya mulai menyadari bahwa hidup yang hanya  sekali ini sudah selayaknya harus dimaknai. Dan, hal tersebut hanya bisa terjadi jika kita bisa berguna bagi orang lain.. Dengan membantu sesama dan peduli pada penderitaan orang lain, hidup ini terasa sangat bermakna dan terasa damai dalam sanubari.

Hal yang paling disesali dari kehilangan sesuatu  yang kita sayangi adalah ketika kita belum cukup mampu untuk memberikan yang terbaik buat mereka.
Ketika mereka telah pergi, barulah saya tersentak dan sadar bahwa saya belum bisa memberikan yang pantas kepada mereka.
 
Sebenarnya, jika diijinkan memilih, lebih baik orang-orang yang saya sayangi menguburkan saya, daripada saya melihat mereka dikuburkan satu-persatu. 

Tuhan, bantu saya supaya bisa menerima semua kenyataan ini. saya tau ini adalah cobaan berat.
Selamat Jalan Koko Edu sayang, aku yakin koko bahagia n tenang disana bersama Bapa di surga.  sampai ketemu ko..... miss u...


Artikel Terkait Lainnya:

1 komentar:

Gie Mata Angin mengatakan...

kooooooooooooo.................. berarti sms kemarin sms terakhir untuk aku dari koko????

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45

Poskan Komentar

Komentar Anda sangat kami harapkan, sekiranya Anda sudi memberikan komentar.

Selamat datang di blog saya | Blog baru dihuni | Silahkan Anda memberi kritik dan komentar untuk pengembangan blog saya ini | Saya harap Anda tidak akan pernah bosan untuk melihat konten blog yang tidak bagaimana ini | Salam saya Gie Mata Angin | Cayoooooooooooooooooo ...............